ahlul jannati. Ameen.

Followers

Tuesday, 14 June 2016

Nenek





"Ah Kiat! Ah Kiat!", aku dan kakak berlari-lari keluar dari rumah menahan lori pasar.

Hampir setiap hari begitu.
Ketika itu usia kami masih kecil, 3-4 tahun. 
Sudah lah pendek, tergedek-gedek pula.

Ah Kiat berhenti di tepi rumah.
"Nenek, nak cekelat dalam pensil!"
"Lala pun nak!"

Kami meminta-minta Nenek untuk membelikan kami 'cekelat'. 
Dan setiap permintaan itu, Nenek belikan.


Cekelat dalam pensil.
Ais krim Star Wars.
Ais krim Pop.

Erm... Feveret!

Setiap kali ulang tahun kelahiran, Nenek bikin kuihnya. Abang Rahim di sisi jadi bodyguard. 
Ada laksa, ada nasi, ada agar-agar, semua aku endahkan kecuali kek di depan mata!

I turned one.
I turned two.
I turned three.
I turned four.

Sehinggalah 10 Ramadan 1999, Nenek dijemput malaikat menemui Ya Khaliq.

Walaupun ketika itu aku masih kecil, 
Namun terpahatnya dalam memori ini susuk Nenek terlantar di atas katil, 
memanggil namaku dan aku pergi mendapatkan nenek.

Allah.
Rindu--
Rindu pada kucupannya.
Rindu pada dakapannya.
Rindu pada senyuman di bibir.
Rindu pada nenek memanggil yang sudah aku lupa bagaimana suaranya.

Mana mungkin aku bisa hadiahkan nenek segala yang aku kejar di dunia;

"Aku sudah masuk universiti nek,
Moga ini menjadi saham untukmu di akhirat.
Aku mendapat dekan nek, 
Moga ini menjadi imbalan untukmu di akhirat.
Aku mendapat kerja nek,
Moga ini menjadi temanmu di akhirat.
Aku mendapat banyak uang nek,
Moga ini menjadi teman kita bersama di akhirat."

Ya, mana mungkin. 
Cukup payah untuk aku menjaga kesucian maknanya. 
Paling tidak, aku pulun semua itu untuk kesenangan hidup sendiri.

Jadi, bagaimana mungkin cucunda ini bisa membalas segalanya?

Teringat janji Allah pada mereka yang menerima kitab dari belah kanan tangannya.

"Dan ia akan pergi kepada keluarganya (yang beriman) dengan sukacita." [84:9]

Iman,
Itu kuncinya.
Dakwah dan tarbiyah,
Itu jalannya.

Kepingin aku cuma satu,
Walau sekadar 4 tahun aku bersamamu di dunia, 
Semoga kita dapat bersama di Sorga buat selamanya.

(10 Ramadan 2016)


No comments:

Post a Comment

:: DAIERY 2016/2017 ROAD TO USTAZIATUL ALAM ::